Kategori: News

A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart.

  • Hujan Deras dan Angin Kencang Sebuah mobil tertimpa pohon Dijalan Raya Kedung Baruk Surabaya

    Hujan Deras dan Angin Kencang Sebuah mobil tertimpa pohon Dijalan Raya Kedung Baruk Surabaya

    Deteksi9-Surabaya-Hujan Deras dan Angin kencang melanda kawasan Surabaya Timur,  dikawasan Jalan Kedung Baruk, Rungkut, Surabaya, Selasa (13/2/2025) sore.

    Akibatnya, banyak pohon tumbang dikawasan tersebut salah satu pohon besar tumbang dan menimpa satu unit mobil yang melintas.

    Dalam rekaman video yang beredar, seorang pria terdengar mengabarkan kejadian tersebut.

    “Depan Hotel Samator, pohon tumbang. Merubungi mobil,  ucapnya dalam video.

    Dari video yang terlihat, mobil putih itu tertimpa ranting serta batang pohon yang cukup besar, menghalangi sebagian jalan.

    Saat ini petugas Masih melaksankan evakuasi dan memotong pohon. Selain dikawasan jalan Kedung Baruk Surabaya, Pohon tumbang juga dilaporkan terjadi dikawasan Siwalankerto dekat rusunawa dan juga dikawasan jalan Margorejo Surabaya. (il)

  • Diapresiasi Anggota Dewan, SPAB BPBD Jatim 2025 Sasar Sepuluh Daerah

    Diapresiasi Anggota Dewan, SPAB BPBD Jatim 2025 Sasar Sepuluh Daerah

    Deteksi9-Surabaya-Tahun ini, BPBD Jatim kembali menggelar kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

    Kegiatan peningkatan kapasitas kebencanaan yang difokuskan bagi warga sekolah ini akan menyasar 10 sekolah di 10 daerah di Jatim.

    Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto menghadiri dan membuka langsung kegiatan SPAB di SMKN 1 Pungging, Kabupaten Mojokerto, Kamis (13/2/2025).

    Hadir juga anggota Komisi E DPRD Jatim Suwandi Firdaus, Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Yoi Afrida, Kepala Sekolah SMKN 1 Pungging Muharto dan Plt. Kabid PK BPBD Jatim, Dadang Iqwandy.

    Dalam arahannya, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto memaparkan 14 potensi bencana di Jatim, seperti, banjir, banjir bandang, longsor, gempa bumi, tsunami, angin puting beliung, erupsi Gunung Api dan beberapa jenis bencana lainnya.

    Dari 14 potensi itu, mayoritasnya juga terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto, tidak terkecuali di wilayah Kecamatan Pungging.

    Untuk mengantisipasi terjadinya bencana itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas masyarakat, melalui pelatihan dan sosialisasi, seperti, pelaksanaan SPAB kali ini.

    Dengan pelaksanaan SPAB, warga sekolah, baik dari kalangan guru, siswa maupun petugas keamanan sekolah, diharapkan bisa mengerti langkah mitigasi yang harus dilakukan saat terjadi bencana.

    “Siapa, berbuat apa, itu penting diketahui . Maka, kenali ancamannya, siapkan strateginya, kurangi risikonya dan siap untuk selamat,” ujarnya.

    Sementara, anggota Komisi E DPRD Jatim Suwandi Firdaus mengapresiasi kegiatan SPAB yang menyasar para warga sekolah ini.

    Baginya, pelaksanaan SPAB ini sangat penting bagi para siswa untuk mengenali berbagai ragam bencana dan upaya penanganannya.

    “Kami sangat mendukung upaya kesiapsiagaan bagi para siswa ini dan kami juga berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan setiap tahun,” dukungnya.

    Selain di Mojokerto, pada hari ini juga dilangsungkan kegiatan yang sama di Sekolah Luar Biasa (SLB) Muhammadiyah Jombang.

    Sebelumnya, kegiatan SPAB juga telah dilangsungkan di Kabupaten Jember, Kabupaten Malang, Blitar, Ponorogo dan Trenggalek.

    Di setiap lokasi, pelaksanaan SPAB berlangsung selama dua hari, dengan penyampaian materi di dalam dan di luar kelas.

    Selain materi tentang SPAB dan pengenalan potensi bencana melalui Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena), kegiatan ini juga ditandai dengan simulasi evakuasi bencana gempa bumi dan pemadaman api.

    Selain itu, juga dilakukan penyerahan rambu titik kumpul, rambu jalur evakuasi, poster kebencanaan, Majalah Tangguh dan Buku Saku Pengenalan Bencana. (il)

  • 4.488 Personel Polda Jatim Siap Laksanakan Operasi Keselamatan Semeru 2025

    4.488 Personel Polda Jatim Siap Laksanakan Operasi Keselamatan Semeru 2025

    Deteksi9, Surabaya – Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin, mengumumkan bahwa selama 14 hari ke depan, akan ada perhatian ekstra di bidang lalu lintas. Hal ini dalam rangka Operasi Cipta Kondisi yang akan dilaksanakan menjelang Operasi Ketupat, yang merupakan operasi perayaan Idulfitri.

    Dalam operasi ini, sebanyak 4.488 personel akan diterjunkan untuk melaksanakan kegiatan Operasi Cipta Kondisi. Mereka akan memfokuskan perhatian kepada pengguna jalan dengan melaksanakan kegiatan intensif terhadap kegiatan-kegiatan sosialisasi, penegakan, dan penindakan terhadap pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan dengan tingkat fatalitas tinggi.

    “Kita akan melaksanakan edukasi, penjagaan, dan penegakan hukum. Target operasi yang kita sasar diantaranya para pengguna jalan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, seperti melanggar traffic light, pengguna helm, knalpot yang tidak sesuai dengan standar,” jelas Kombes Pol Komarudin usai apel gelar pasukan Operasi keselamatan semeru 2025, di Lapangan Apel Mapolda Jatim,

    Selain itu, operasi ini juga akan memfokuskan perhatian kepada pengguna jalan yang berusia di bawah umur.

    “Tentu 14 hari ke depan harapan kita akan ada perubahan perilaku berkendara di tengah masyarakat sehingga sesuai dengan konsep cipta kondisi, operasi ketupat ini juga akan kita lakukan,” tambahnya. (il)

  • PLN Gelar Sosialisasi Pencegahan Kanker dalam Rangka Peringatan Bulan K3 Nasional dan Hari Kanker Sedunia

    PLN Gelar Sosialisasi Pencegahan Kanker dalam Rangka Peringatan Bulan K3 Nasional dan Hari Kanker Sedunia

     

    Deteksi9. Pamekasan, 13 Februari 2025 . Sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Madura menggelar Sosialisasi Pencegahan Kanker. Kegiatan yang diawali dengan Senam Bersama, Donor Darah, dan Sosialisasi Pencegahan serta Deteksi Dini Kanker ini diikuti oleh seluruh karyawan, tenaga alih daya, dan Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK) PLN UP3 Madura.

    Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlangsung dari 12 Januari hingga 12 Februari 2025, sekaligus memperingati Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada 4 Februari 2025. Melalui kegiatan ini, PLN berupaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman insan PLN tentang pentingnya pencegahan serta deteksi dini kanker, sekaligus membudayakan pola hidup sehat di lingkungan kerja.

    Sosialisasi Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker menghadirkan narasumber dari Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia yakni Ervina Yanti Harahap. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya deteksi dini dalam upaya menekan angka kematian akibat kanker, serta membagikan informasi mengenai faktor risiko, pola hidup sehat, dan metode pengobatan terkini yang dapat membantu pencegahan serta perawatan penyakit tersebut.

    Manager PLN UP3 Madura, Fahmi Fahresi, yang turut hadir dan mengikuti seluruh rangkaian acara, menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap kegiatan ini. “Kesehatan adalah investasi utama dalam kehidupan, baik bagi individu maupun perusahaan. Dengan memahami pentingnya deteksi dini dan pencegahan kanker, kita dapat melindungi diri sendiri, keluarga, dan orang-orang di sekitar kita. PLN berkomitmen untuk tidak hanya menyediakan listrik bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan peduli terhadap sesama. Mari kita bersama-sama menerapkan pola hidup sehat, meningkatkan kepedulian, dan terus berbagi energi positif untuk masa depan yang lebih baik,” imbuhnya.

    Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti sosialisasi serta kesediaan mereka untuk menjadi pendonor darah. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga mampu menanamkan kesadaran dan kepedulian jangka panjang di kalangan insan PLN terhadap pentingnya kesehatan, khususnya dalam menghadapi risiko kanker.

    General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Ahmad Mustaqir mengungkapkan melalui edukasi kanker ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran PLN hingga pihak eksternal tentang pentingnya kesehatan terutama saat menjalankan setiap pekerjaan. Upaya ini juga menunjukkan komitmen PLN dalam mendukung kesejahteraan pegawai serta memberikan kontribusi sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

  • Evakuasi ODGJ yang Dipasung di Nganjuk, Pj Gubernur Adhy: Target Kita Jatim Bebas Pasung

    Evakuasi ODGJ yang Dipasung di Nganjuk, Pj Gubernur Adhy: Target Kita Jatim Bebas Pasung

     

    Deteksi9. NGANJUK, 13 Februari 2025* – Penjabat Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono didampingi Penjabat Bupati Nganjuk Sri Handoko membebaskan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) korban pasung di Jl. Kapten Tendean III, Dsn. Kartoharjo RT 03 RW 02 Ds Kartoharjo, Kec. Nganjuk Kabupaten Nganjuk, Selasa (11/2).

    Pj. Gubernur Jatim ini turut langsung dalam proses evakuasi pembebasan klien ODGJ korban pasung berinisial MD (30) mulai dari melepas pasung, menyisir dan memakaikan baju. Pada proses evakuasi ini Pj. Gubernur didampingi petugas Jatim Social Care (JSC) dan dari RSJ Menur.

    “Kita tidak ingin ada yang termasuk ODGJ atau stress atau apapun yang tidak dalam perlindungan hidup di dalam keluarga tapi juga masih ada pemasungan, ini kan tidak baik,” katanya.

    Selain MD, ada empat orang ODGJ lainnya yang hari ini dibebaskan dan dilepas menuju RSJ Menur antara lain inisial MA(39) asal Ds. Juwet, Kec. Nggrogot, R (49) dari Ds. Sumberkepuh, Kec. Tanjunganom, E(33) dari Ds. Bangsri, Kec. Kertosono, dan P asal Ds. Bangsri, Kec. Kertosono (44).

    Usai pembebasan ini, Pj. Gubernur Jatim juga menyaksikan pemberangkatan Tim bebas pasung dan klien ODGJ korban pasung menuju RS Jiwa Menur Surabaya dari Pendopo Kabupaten Nganjuk.

    Sedangkan Tim bebas pasung ini melibatkan beberapa pihak yaitu Dinas Kesehatan Kab. Nganjuk, Dinas Sosial Jatim, Dinas Sosial Kab. Nganjuk, dan RSJ Menur.

    “Kita punya rumah sakit jiwa menur yang memang spesialis menangani tentang persoalan ODGJ dn stress berat, psikosomatis dan sebagainya, skizofrenia,” ujarnya.

    Berdasarkan data yang diambil dari laman https://www.e-pasung.jsc.web.id/rekap/keseluruhan Dinas Sosial Jatim, saat ini masih ada 253 ODGJ di Jawa Timur yang masih menjadi korban pasung. Dan hari ini berkurang 5 orang sehingga masih ada 248 orang ODGJ lagi yang terpasung.

    “Kita cek dari data kita banyak sekali ya dan sekarang berangsur angsur berkurang, kalau kita lihat di 2025 di dalam e-pasung kita punya data di Jawa Timur ada 253 orang, ini menjadi PR kita dan beberapa kabupaten kota sudah mulai berkurang,” ujarnya.

    Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa ODGJ korban pasung di Jawa Timur masih tinggi dan ia berharap tahun ini Jawa Timur bisa bebas pasung. Namun demikian masih banyak tantangan yang dihadapi untuk mencapai target tersebut diantaranya kesadaran masyarakat dan keluarga.

    “Mungkin karena keterbatasan kemampuan kemudian tidak mampu memproteksi pada akhirnya memilih untuk pasung sementara memang selesai tetapi bagaimana kondisi penderitanya? tidak sedikit yang dipasung itu pada akhirnya meninggal,” ungkapnya.

    Adhy menjelaskan bahwa proses membebaskan ODGJ korban pasung ini tidak hanya dibebaskan dari pasung kemudian selesai. Tetapi ada beberapa tahapan seperti rehabilitasi medis di RSJ Menur dan rehabilitasi sosial di UPT milik Dinas Sosial Jatim hingga akhirnya ODGJ ini nanti bisa dikembalikan kepada keluarga.

    “Kita tangani secara medis dulu setelah itu kita dengan rehabilitasi sosialnya ada di balai di dinas sosial ada UPT ya yang bisa menangani masalah itu, supaya bisa bersosialisasi kemudian ada perubahan-perubahan untuk ke arah menjadi lebih sehat dan mandiri,” terangnya.

    Lebih dari itu, Adhy menegaskan bahwa seluruh proses pembebasan ODGJ korban pasung ini akan dibiayai oleh Pemprov Jatim. Sehingga tidak akan membebani keluarga dari ODGJ korban pasung tersebut.

    “Dari mulai kita _out reach_ ke sini kemudian rehabilitasi medis, kejiwaan sampai kepada rehabilitasi sosial itu menjadi tanggung jawab atau ditanggung oleh provinsi,” ucapnya.

    Adhy juga menyampaikan apresiasi kepada Pj. Bupati Nganjuk Sri Handoko yang dinilai sangat membantu dalam proses ini. Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan _update_ perkembangan dari ODGJ korban pasung yang mendapatkan perawatan.

    “Tentu Pak Pj akan memperoleh laporan secara berkala, juga dinas sosial kabupaten kota dan disampaikan keluarganya,” tegasnya.

    Selain itu, Adhy juga memastikan bahwa pihak keluarga ODGJ korban pasung juga akan mendapatkan akses untuk mengetahui progress dari ODGJ yang tengah direhabilitasi. Sehingga tidak perlu ada kekhawatiran bagi pihak keluarga.

    “Kita berikan juga akses untuk keluarga bisa menengok perkembangannya,” imbuhnya.

    Ia berharap dengan dukungan berbagai pihak dan proses pembebasan ODGJ korban pasung yang terus berjalan dalam waktu dekat bisa mewujudkan Jawa Timur bebas pasung.

    “Kita doakan bahwa Jawa Timur bisa bebas dari pasung karena itu melanggar hak hak asasi manusia,” harapnya. (*)