Deteksi9 – Surabaya – Suasana hangat dan penuh keakraban terasa kuat dalam Agenda Musyawarah Wilayah (Muswil) PKB Jawa Timur. Bukan hanya antar kader, kehangatan juga terjalin di antara para tamu undangan, mulai dari para kiai hingga perwakilan partai politik lain yang hadir.
Pemandangan menarik terlihat di deretan kursi paling depan. Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin tampak duduk berdampingan dengan mantan Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar. Keduanya terlihat santai, sesekali berbincang ringan, mencerminkan hubungan yang cair dan penuh kekeluargaan.
Momen itu tak luput dari perhatian Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Dalam acara yang digelar di Hotel JW Marriott Surabaya, Jumat (19/12/2025) malam, Gus Muhaimin secara khusus menyapa dua tokoh NU tersebut dengan gaya khasnya yang penuh canda.
“Wabilkhusus Al Mukarrom KH Marzuki Mustamar, maturnuhun kiai bimbinganipun. Bapak Hakim Mahfudz Ketua PWNU Jawa Timur, Gus Kikin. Arus kuat atau arus lemah ini,” ujar Gus Muhaimin, yang langsung disambut tawa para tamu undangan.
Candaan itu berlanjut. “Karena yang saya dengar arus jalan tengah. Yang tidak tahu jangan ikut-ikut,” tambahnya, kembali memancing gelak tawa di ruangan.
Gus Muhaimin kemudian meluruskan maksud ucapannya. Menurutnya, istilah “arus jalan tengah” yang ia sebut bukan soal arah politik tertentu, melainkan semangat kebersamaan dan kesejukan yang selama ini ditunjukkan para tokoh NU di Jawa Timur.
“Ini maksudnya arus itu semangat,” ujarnya singkat.
Suasana cair dan penuh canda itu menegaskan bahwa Muswil PKB Jatim bukan sekadar forum politik, tetapi juga ruang silaturahmi yang merekatkan hubungan antar tokoh dan elemen bangsa.
Dalam forum itu Gus Muhaimin mengatakan karakteristik orang Jawa Timur begitu kuat, sehingga menjadi patron politik nasional. Salah satunya katakter itu yakni terbuka dengan siapa saja. “Kalau ada orang Jawa Timur ngak terbuka, itu sebenarnya bukan Jawa Timur,” katanya.
Ia mengakui, bahwa dirinya juga memiliki karakter yang terbuka dan apa adanya. Gus Muhaimin akan mengatakan apapun yang ia pikirkan, sehingga sering kali banyak yang viral.
“Saking terbukanya, pidato saya dimana-mana diedit sama sekjend. Jangan ini, jangan itu, setiap mau pidato, hati-hati ini live. Akhirnya hilang karakter saya yang ngomong apa adanya. Hidup dalam tekanan,” candanya.
Surabaya – Suasana hangat dan penuh keakraban terasa kuat dalam Agenda Musyawarah Wilayah (Muswil) PKB Jawa Timur. Bukan hanya antar kader, kehangatan juga terjalin di antara para tamu undangan, mulai dari para kiai hingga perwakilan partai politik lain yang hadir.
Pemandangan menarik terlihat di deretan kursi paling depan. Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin tampak duduk berdampingan dengan mantan Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar. Keduanya terlihat santai, sesekali berbincang ringan, mencerminkan hubungan yang cair dan penuh kekeluargaan.
Momen itu tak luput dari perhatian Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Dalam acara yang digelar di Hotel JW Marriott Surabaya, Jumat (19/12/2025) malam, Gus Muhaimin secara khusus menyapa dua tokoh NU tersebut dengan gaya khasnya yang penuh canda.
“Wabilkhusus Al Mukarrom KH Marzuki Mustamar, maturnuhun kiai bimbinganipun. Bapak Hakim Mahfudz Ketua PWNU Jawa Timur, Gus Kikin. Arus kuat atau arus lemah ini,” ujar Gus Muhaimin, yang langsung disambut tawa para tamu undangan.
Candaan itu berlanjut. “Karena yang saya dengar arus jalan tengah. Yang tidak tahu jangan ikut-ikut,” tambahnya, kembali memancing gelak tawa di ruangan.
Gus Muhaimin kemudian meluruskan maksud ucapannya. Menurutnya, istilah “arus jalan tengah” yang ia sebut bukan soal arah politik tertentu, melainkan semangat kebersamaan dan kesejukan yang selama ini ditunjukkan para tokoh NU di Jawa Timur.
“Ini maksudnya arus itu semangat,” ujarnya singkat.
Suasana cair dan penuh canda itu menegaskan bahwa Muswil PKB Jatim bukan sekadar forum politik, tetapi juga ruang silaturahmi yang merekatkan hubungan antar tokoh dan elemen bangsa.
Dalam forum itu Gus Muhaimin mengatakan karakteristik orang Jawa Timur begitu kuat, sehingga menjadi patron politik nasional. Salah satunya katakter itu yakni terbuka dengan siapa saja. “Kalau ada orang Jawa Timur ngak terbuka, itu sebenarnya bukan Jawa Timur,” katanya.
Ia mengakui, bahwa dirinya juga memiliki karakter yang terbuka dan apa adanya. Gus Muhaimin akan mengatakan apapun yang ia pikirkan, sehingga sering kali banyak yang viral.
“Saking terbukanya, pidato saya dimana-mana diedit sama sekjend. Jangan ini, jangan itu, setiap mau pidato, hati-hati ini live. Akhirnya hilang karakter saya yang ngomong apa adanya. Hidup dalam tekanan,” candanya. (il)












