Kategori: Business

A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart.

  • Pos tanpa judul 391

    Deteksi9-Surabaya-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur (Disbudpar Jatim), melalui Unit Pelayanan Teknis Laboratorium Pengembangan dan Pelatihan Kesenian (UPT – LPPK) menggelar Pasar Takjil Ramadhan.

    Kepala Disbudpar Jatim, Evy Afianasari melalui Susari Ningsih selaku Kepala UPT – LPPK Disbudpar Jatim menuturkan, Pasar Takjil Ramadhan ini diharapkan menjadi salah satu daya tarik wisata kuliner di Kota Malang.

    “Pasal Takjil ini mendorong UPT LPPK akan menjadi daya tarik utamanya bagi para wisatawan,” katanya, Senin (10/3/2025).

    Pasar Takjil Ramadhan yang digelar di Taman Krida Budaya Kota Malang ini, menyediakan beragam hidangan takjil tradisional, bahkan makanan kekinian, yang siap menggugah selera jelang berbuka puasa.

    “Kedepan mendorong supaya wisatayawan ke Malang semakin banyak, ditambah lagi ada Pasar Takjil Ramadhan ini,” ujarnya.

    Sebanyak 129 PKL maupun UMKM berpartisipasi Pasar Takjil Ramadhan di Taman Krida Budaya. Digelar sejak 1 – 28 Maret 2025, buka setiap sore hari selama bulan Ramadan, mulai pukul 15.00 hingga selepas tarawih.

    Pasar Takjil Ramadhan ini menarik minat para pengunjung, salah satunya Fatimah. Perempuan asal Kota Surabaya ini mengaku senang dengan aneka menu yang dijual.

    “Kebetulan lagi berwisata di Malang dan ternyata ada Festival Kuliner yang ada di Taman Krida Budaya ini, jadi sekalian wisata kuliner apalagi di sini juga banyak sekali stan stan kuliner asli Malang ya terutama ini tahu petis Suhat,” katanya.

    “Jadi kita enggak perlu jauh-jauh atau antri-antri di pinggir jalan tapi sudah ada tempat yang memang khusus disediakan untuk para pemburu Takjil, mantap sekali acaranya,” ujarnya.

  • PLN Peduli Dukung Penguatan UMK Lokal Melalui Rumah BUMN Blitar dan Pacitan

    PLN Peduli Dukung Penguatan UMK Lokal Melalui Rumah BUMN Blitar dan Pacitan

    Deteksi9-Surabaya, 4 Maret 2025 – Konsisten dukung penguatan Usaha Mikro Kecil (UMK), PLN Peduli bersama Rumah BUMN Blitar dan Pacitan perluas pasar melalui berbagai _event_ lokal. Melalui serangkaian upaya konsisten yang telah dilakukan pada tahun 2024, Rumah BUMN Blitar mencatat omset sebesar Rp. 31,7 Milyar sementara Rumah BUMN Pacitan sebesar 2,7 M di pasar lokal hingga internasional.

    Di Pacitan, dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-280, Rumah BUMN Pacitan meriahkan Millennial Market Festival 2025 di Gedung Gasibu Swadaya pada Rabu (19/2) lalu. Acara ini menyajikan pameran produk UMK, edukasi, serta layanan publik, dengan PLN memanfaatkan momen untuk mensosialisasikan layanan aplikasi PLN Mobile. Aplikasi ini menawarkan kemudahan bagi masyarakat Pacitan dalam mengakses layanan kelistrikan seperti pembayaran tagihan listrik, pengaduan gangguan, hingga permohonan pasang baru dan perubahan daya.

    Rumah BUMN Pacitan menampilkan produk unggulan dari UMK binaan seperti olahan abon ikan tuna, kerajinan ecoprint, kerajinan tas tangan dan batik. Hingga saat ini Rumah BUMN Pacitan telah menaungi 745 UMK.

    Sementara itu, pada Soekarno Night Run 2025 yang digelar pada 22 Februari di Blitar, PLN juga memanfaatkan ajang ini untuk memperkenalkan PLN Mobile kepada pengunjung. Rumah BUMN Blitar menghadirkan produk unggulan UMKM lokal untuk memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal dengan memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

    Rumah BUMN Blitar memiliki 653 jumlah binaan diantaranya yakni tenun, ecoprint, kerajinan berbahan jeans hingga perhiasan manik-manik.

    General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Ahmad Mustaqir mengatakan dengan adanya pendampingan dari Rumah BUMN untuk mengikuti _event_ maupun pelatihan sertifikasi diharapkan pelaku usaha lokal mampu bersaing dan dapat memperluas pangsa pasarnya.

    “Semoga melalui berbagai kegiatan yang terus diikuti dan digalakkan, dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendukung kemajuan ekonomi lokal serta mensosialisasikan kemudahan akses layanan kelistrikan secara digital. Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk membeli produk UMK binaan PLN,” papar Ahmad (il)

  • Lanjutkan Kinerja PLN Tahun 2024, PLN Dukung Ketahanan Pangan Melalui Program Electrifying Agriculture

    Lanjutkan Kinerja PLN Tahun 2024, PLN Dukung Ketahanan Pangan Melalui Program Electrifying Agriculture

    Deteksi9-Surabaya, 15 Februari 2024 – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur hadirkan program Electrifying Agriculture sebagai bentuk komitmen dukung upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan. Program ini mendorong pemanfaatan listrik yang lebih andal dan efisien untuk mendukung berbagai aktivitas pertanian sekaligus mengajak petani untuk beralih dari penggunaan genset atau diesel menjadi pompa sibel listrik.

    Pada 11 Februari 2025, kegiatan ini telah dilaksanakan di Balai Desa Wanar, Kabupaten Lamongan. Kepala Desa Wanar, Ali Thohir mengungkapkan bahwa para petani di wilayahnya sering mengalami gagal panen akibat sawah yang bergantung pada tadah hujan. Dalam program ini, sebanyak 26 petani dengan total daya 39.100 VA teraliri listrik ini.

    “Kami sangat berterimakasih kepada PLN atas bantuannya dan dukungannya. Kami berharap program ini dapat membantu petani kami, sehingga mereka tidak gagal panen. Semoga program ini bisa membantu petani dalam meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan mereka,” ungkapnya.

    Dalam kesempatan berbeda, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) di Surabaya menggelar audiensi dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0830 Surabaya. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi terkait kebutuhan suplai kelistrikan dalam mendukung program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), irigasi pertanian, dan peternakan. Pertemuan ini berlangsung di Markas Kodim 0830 Surabaya dan menghasilkan kesimpulan bahwa PLN bersama Kodim 0830 Surabaya akan memastikan setiap program yang membutuhkan dukungan listrik dapat berjalan dengan optimal.

    Di sisi lain, PLN UP3 Ponorogo juga menjalin sinergi dengan Kodim 0806 Trenggalek untuk memperkuat kerjasama antara PLN dengan Kodim 0806 Trenggalek dalam berbagai aspek, serta mendukung program ketahanan pangan melalui penyediaan jaringan listrik bagi irigasi perpompaan dan Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG).

    Sebelumnya, tim PLN UP3 Ponorogo bersama Kodim 0806 Trenggalek telah melakukan peninjauan langsung ke dua lokasi irigasi perpompaan, yaitu Poktan Sidomekar 2 di Desa Jati dan Poktan Jampir Lestari di Desa Ngentrong untuk memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung program tersebut. Letkol Czi Yudo Aji Susanto, Komandan Kodim 0806 Trenggalek, menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan PLN dalam memastikan keberlanjutan serta keamanan pasokan listrik bagi sektor pertanian dan masyarakat luas.

    Selain itu, PT PLN (Persero) UP3 Madura menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan dengan melakukan kunjungan kerja ke Kodim 0826 Pamekasan. Manager PLN UP3 Pamekasan, Fahmi Fahresi, bertemu dengan Letkol Inf Herik Prasetiawan untuk membahas sinergi dalam mendukung program swasembada pangan dan memberikan dukungan listrik untuk program dapur umum makan gratis.

    “Kami sangat berterima kasih atas dukungan PLN. Ketersediaan listrik yang andal sangat penting bagi keberhasilan program swasembada pangan. Dengan adanya dukungan PLN, kami optimis program ini akan berjalan dengan lancar,”ungkap Letkol Inf Herik Prasetiawan yang menyambut baik kerjasama ini.

    General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir mengatakan PLN berkomitmen untuk terus memperluas kerjasama dan jangkauan program Electrifying Agriculture di berbagai daerah guna mendukung pembangunan ekonomi berbasis pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan. Dengan adanya kontribusi nyata PLN terhadap program swasembada pangan pemerintah, diharapkan sektor pertanian dapat semakin berkembang dan dapat berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. “Saat ini jumlah pelanggan electrifying agriculture di Jawa Timur sebanyak 164.921 petani yang tersebar di berbagai wilayah mulai dari kegiatan pertanian, peternakan, budidaya dan lainnya. Potensi pada tahun 2025 yang akan terus kami gencarkan,” papar Ahmad. (il)