Penulis: Rahmat

  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Gubernur Khofifah Apresiasi BPBD Se-Jawa Timur yang Siap Sigap dan Tangguh Hadapi Bencana

    Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Gubernur Khofifah Apresiasi BPBD Se-Jawa Timur yang Siap Sigap dan Tangguh Hadapi Bencana

    Deteksi9-PASURUAN, 24 JULI 2025 -* Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menutup Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Tahun 2025 oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. Jatim di Kebun Raya Purwodadi Kab. Pasuruan pada Rabu (23/7) malam. Yang mana kegiatan ini digelar tanggal 20-23 Juli 2025

    Gubernur Khofifah memastikan provinsi Jawa Timur semakin siap, sigap dan tangguh dalam menghadapi bencana.

    ” Sebagian besar daerah di Jatim merupakan daerah rawan bencana maka saya menegaskan pentingnya optimalisasi penguatan sistem kesiapsiagaan, penanganan darurat, dan pemulihan pascabencana,” tegasnya.

    Untuk itu, Gubernur Khofifah mengharapkan kegiatan ini dapat meningkatan kesadaran bersama atas pentingnya penanggulangan bencana, yang dikemas melalui pendekatan budaya sebagai sarana edukasi.

    Ia pun optimistis Jawa Timur akan menjadi provinsi tangguh bencana, yang tidak hanya siap, tetapi juga sigap menghadapi setiap potensi ancaman, baik alam maupun non-alam.

    “Kita optimis Jatim bisa jadi teladan dan pusat pembelajaran penanggulangan bencana di kawasan Timur Indonesia. Sebagai Gerbang Baru Nusantara tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakatnya,” urainya.

    Tak hanya itu, secara khusus Gubernur Khofifah juga memberikan apresiasi kepada petugas BPBD dari seluruh Kabupaten/Kota seluruh Jawa Timur.

    Ia mengatakan, kesigapan, kecekatan, kerja keras dan dedikasi seluruh petugas BPBD menjadi salah satu instrumen penting yang dimiliki oleh pemerintahan daerah. BPBD disebutnya menjadi garda terdepan yang dicari masyarakat saat terjadi bencana.

    Ucapan apresiasi kepada seluruh petugas BPBD dirasakan tidaklah cukup. Untuk itu, ia mengajak seluruh undangan dan masyarakat bersama-sama berterima kasih dan mendoakan keselamatan seluruh petugas BPBD.

    “Kawan-kawan semuanya semoga tetap sehat dan terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat,” ucap Khofifah.

    “Ketika panjenengan berada di area bencana dan memberikan layanan kebencanaan, Insya Allah pahala dan jariyah panjenengan akan memudahkan kita menuju surganya Allah SWT,” imbuhnya.

    Merespon Gubernur Khofifah, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana Dan Konflik Sosial Kemenko PMK RI Dr. Lilik Kurniawan mengapresiasi kesiapan Pemprov Jatim dalam mengantisipasi bencana melalui Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Tahun 2025.

    Ia meyakini melalui seringnya latihan dan _upgrade_ pengetahuan dan ketrampilan semacam ini Jawa Timur akan memiliki budaya Tangguh Bencana.

    “Guna mewujudkan budaya Tangguh Bencana juga diperlukan kolaborasi Top Down dan Bottom Up dari pemerintah dan masyarakat,” ucapnya.

    Top Down dimana Pemprov Jatim telah menyiapkan segala sarana prasarana dan segala kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki. Sedangkan Bottom Up, masyarakat harus menjadi masyarakat yang tangguh dengan memahami jenis bencana apa yang ada di sekitarnya.

    “Saya harap budaya tangguh bencana sudah dimiliki oleh seluruh masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.

    Sementara itu, Kalaksa BPBD Prov. Jatim Gatot Soebroto dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 440 orang peserta dari 37 Kab/Kota di Jatim kecuali Kota Mojokerto.

    Melalui Gelar Peralatan Tahun 2025 ini, diharapkan dapat menjaga kolaborasi dan sinergi yang telah terjalin antara BPBD Provinsi dengan BPBD Kab/Kota, TNI/POLRI serta OPD terkait lainnya.

    “Harapannya juga dapat melakukan pengecekan terhadap ketrampilan, upgrade kecakapan personil sekaligus kondisi peralatan yang dimiliki BPBD,” ungkapnya.

    Sebagai informasi, dalam Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Tahun 2025 ini digelar berbagai macam lomba yaitu Lomba Chainsaw, Lomba Penataan Logistik, Lomba Yel Yel, Lomba Pendirian Tenda, Lomba Jungle Rescue hingga Partisipan Terbaik. Di berbagai lomba tersebut ditetapkan BPBD Kab. Jember sebagai Juara Umum.

    Yang juga spesial, BPBD Prov. Jatim menerima penghargaan dari Kemenko PMK RI atas komitmennya dalam menyelenggarakan Gelar Peralatan Kebencanaan selama dua tahun berturut-turut.(il)

  • DPD RI Jatim Punya Kantor Disurabaya, Permudah Serap Aspirasi Masyarakat

    DPD RI Jatim Punya Kantor Disurabaya, Permudah Serap Aspirasi Masyarakat

    Deteksi9-Surabaya-Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Provinsi Jawa Timur punya kantor yang berlokasi di Jalan Jemur Andayani I Surabaya. Kantor diresmikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Jumat (18/7).

    Bersama Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin dan Anggota DPD RI dari Provinsi Jawa Timur AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, Gubernur Khofifah melakukan penandatanganan prasasti yang sekaligus menyatakan kantor ini resmi beroperasi.
    Berdiri di atas lahan seluas 2.000 meter persegi, kantor DPD RI Jawa Timur ini merupakan  hibah lahan Pemprov Jawa Timur, yang kemudian juga dibangunkan dengan menggunakan APBD Pemprov Jatim sebesar Rp16,277 miliar. Terdiri dari 2,5 lantai, gedung ini memiliki total bangunan sebesar 1.714,6 meter persegi.


    (Kanto DPD RI Jawa Timur Dijalan Jemur Andayani 1 Surabaya)

    Adanya kantor tersebut, diharapkan dapat membangun ke-Indonesia-an dari proses keseharian mereka, dari proses pola pikir mereka, penguatan akademik mereka,” terangnya.
    Karakter para mahasiswa, sebut Gubernur Khofifah, merupakan karakter Indonesia dengan karakter daerah sebagai penguat. Sehingga nafas penyerapan aspirasi mereka berseiring dengan misi besar DPD RI.
    “Mudah-mudahan dengan adanya gedung ini akan memberikan manfaat bagi segala proses produktivitas DPD RI terutama yang berasal dari Jawa Timur,” ujar Gubernur Khofifah.
    “Sehingga membuat masyarakat semakin dekat dan mudah dalam menyalurkan aspirasinya,” pungkasnya.
    Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mengatakan bahwa Kantor DPD RI di Jawa Timur tidak hanya sekedar gedung. Namun juga bentuk nyata dari kolaborasi kelembagaan antara DPD RI dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
    “Maka tentu atas nama DPD RI, kami semua mengucapkan apresiasi dan terima kasih luar biasa untuk Jawa Timur yang sudah secara terbuka, transparan, dan dengan inisiatif baik menghibahkan lahan dan pendanaannya.


    (Foto 4 Anggota DPD RI dari Jawa Timur)
    Ini mencerminkan keyakinan dan komitmen Jawa Timur akan peran DPD dalam kenegaraan,” ungkap Sultan.
    DPD RI memiliki kantor di 35 provinsi Indonesia. Dari jumlah itu,  enam di antaranya merupakan kantor milik sendiri. Sedangkan, 17 kantor berstatus pinjam pakai dari pemerintah, dan 12 lainnya berstatus sewa. Sementara, tiga provinsi yang meliputi Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Selatan masih dalam proses (il)

  • Khofifah” Sekolah Rakyat Cara Negara Bantu Keluarga Tak Mampu

    Khofifah” Sekolah Rakyat Cara Negara Bantu Keluarga Tak Mampu

    Deteksi9-Kediri-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut Sekolah Rakyat cara dari pemerintah untuk membantu menyalakan harapan bagi keluarga kurang mampu. 

    Pemerintah baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota mendukung Sekolah Rakyat, terbukti banyak gedung-gedung milik pemerintahan maupun fasilitas negara disulap menjadi sarana pendidikan. Sekolah Rakyat ini merupakan cara negara menyalakan harapan keluarga kurang mampu. 

    Khusus SR di eks Balai Pengembangan Kompetensi ASN (BPKASN) Pemkab Kediri ini, kata Khofifah, ada sebanyak 100 murid yang terdiri dari 40 laki-laki dan 60 perempuan. Mereka semua merupakan anak-anak dari keluarga tidak mampu, yang tercatat dalam Desil 1 dan Desil 2 dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

    Gubernur juga optimistis pembelajaran di SR gedung BPKASN Kediri akan berlangsung inklusif dan representatif. Di sini terdapat empat ruang kelas dengan kapasitas masing-masing 25 siswa-siswi, seluruhnya dilengkapi pendingin ruangan (AC).

    “Kawan-kawan bisa menyaksikan kamarnya ber-AC, kamar mandinya mungkin lebih mewah dari rumah saya. Ventilasinya luar biasa, kantinnya pun setara sekolah internasional,” ujar dia.

    Dalam kesempatan ke Kediri, Khofifah juga melihat langsung kondisi asrama di SR Kediri. Hal ini karena seluruh SR menerapkan boarding school (sekolah berasrama).

    Menurutnya, kamar asrama yang tersedia nyaman, ditambah perpustakaan, aula, sarana olahraga, serta pengawasan CCTV 24 jam.

    Untuk aula disebutnya besar, sehingga bisa dimanfaatkan untuk menghadirkan narasumber dari TNI, Polri, atau bahkan langsung dari Bupati Kediri.

    Kemudian juga, kurikulum yang diterapkan memadukan pembelajaran akademik dengan penguatan karakter, nasionalisme, literasi digital, dan kecakapan hidup.

    Gubernur juga menyampaikan bahwa program ini tidak akan berhenti pada satu angkatan saja. Pemerintah terus mempersiapkan pembangunan gedung permanen SR di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, dengan luas lahan 7–14 hektare yang ditargetkan rampung tahun 2026 (il)

  • Gubenur Jatim Khofifah Hadiri Suran Agung ke-122 PSHW TM 2025

    Gubenur Jatim Khofifah Hadiri Suran Agung ke-122 PSHW TM 2025

    Deteksi9-Ribuan warga dari berbagai daerah memadati Lapangan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, pada Minggu (6/7/2025) untuk mengikuti Suran Agung ke-122 Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW TM) tahun 1447 H/2025 M.

    Mengusung tema “Budaya Suran Agung yang Adi Luhung Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan untuk Indonesia Kuat Bermartabat,” acara ini menjadi bukti nyata semangat persaudaraan, pelestarian budaya, dan solidaritas antarperguruan silat di Indonesia.

    Acara akbar ini dihadiri lebih dari 33.000 peserta dari berbagai wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. 

    Mereka datang menggunakan 41 bus, 256 truk, 303 elf, dan 1.075 mobil pribadi, dengan mobilisasi yang terkoordinasi dan tertib.

    Sejumlah tokoh penting turut hadir, antara lain Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Madiun Maidi, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto, serta Ketua Umum PSHW TM H.R. Agus Wijono Santoso.

    Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas semangat menjaga kerukunan antarperguruan pencak silat di Jawa Timur.

    “PSHW TM dan 14 perguruan lainnya menunjukkan bahwa budaya bisa menjadi pemersatu.
    Adek-adek PSHW TM adalah generasi yang telah dibentuk karakternya untuk memajukan bangsa,”
    ujarnya, sembari mengajak menjadikan bulan Muharram sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

    Sementara itu, Ketua Umum PSHW TM H.R. Agus Wijono Santoso menegaskan bahwa organisasinya senantiasa menjunjung tinggi ajaran Ki Ngabehi Surodiwirjo yang berlandaskan iman, ilmu, dan amal.

    “Kami terus menjaga amanat ajaran pendiri untuk memayu hayuning bawono, menjadikan kehidupan ini indah dan penuh keberkahan,” tegasnya di hadapan puluhan ribu pendekar dan tamu undangan.

    Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, S.I.K. juga memberikan apresiasi atas kondusifitas dan tertibnya pelaksanaan kegiatan berskala besar ini.

    Ketua Umum PSHT, Drs. R. Moerdjoko HW, menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen PSHT untuk mendukung penuh upaya Polres Madiun menjaga stabilitas kamtibmas, terutama dalam menghadapi berbagai agenda strategis di wilayah.

    Usai dari PSHT, Kapolres melanjutkan kunjungan ke kediaman Ketua Umum IKSPI Kera Sakti, Drs. H. Bambang Sunarja. 

    Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan untuk menjaga keamanan daerah secara terpadu.

    “Silaturahmi ini merupakan bentuk komitmen kami untuk membangun komunikasi yang baik dan terbuka dengan seluruh tokoh masyarakat, termasuk tokoh perguruan. Kami berharap dapat terus bersinergi dalam menjaga kondusifitas wilayah,” jelas AKBP Kemas.

    Drs. H. Bambang Sunarja menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Kapolres dan menegaskan bahwa IKSPI Kera Sakti siap mendukung penuh langkah-langkah Polres Madiun dalam menciptakan suasana masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.

    Silaturahmi ini menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat kerja sama antara Polri dan elemen masyarakat, khususnya dengan perguruan silat yang memiliki peran signifikan dalam membina generasi muda serta menjaga stabilitas sosial di Kabupaten Madiun (il)

  • Jatim Terdepan Lindungi Pekerja Migran, Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Nasional

    Jatim Terdepan Lindungi Pekerja Migran, Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Nasional

    Deteksi9-GRESIK, 12 JULI 2025–Komitmen kuat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam melindungi dan memberdayakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali mendapat pengakuan nasional. Kali ini, penghargaan datang dari Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Abdul Kadir Karding.

    Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Abdul Kadir Karding kepada Gubernur Khofifah yang diwakili oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Sigit Priyanto, dalam acara Launching Desa Migran Emas di Wahana Ekspresi Poesponegoro, Kabupaten Gresik, Jumat (11/7).

    Menurut Gubernur Khofifah, penghargaan ini bukan semata bentuk apresiasi, melainkan menjadi momentum meningkatkan dan menguatkan perlindungan yang menyeluruh bagi PMI asal Jawa Timur. Bahwa dalam hal ini Jatim dinilai terdepan dalam melindungi pekerja migran.

    “Penghargaan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk memperluas jangkauan perlindungan dan memberdayakan lebih banyak PMI, baik yang sedang bekerja di luar negeri, yang akan berangkat, maupun yang telah kembali,” kata Khofifah.

    Pemprov Jatim kata Khofifah, hingga saat ini menjadi provinsi dengan penempatan PMI tertinggi secara nasional. Data terbaru menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga Februari 2025, sebanyak 11.265 PMI telah diberangkatkan ke berbagai negara, terdiri dari 5.438 orang pada Januari dan meningkat menjadi 5.827 orang pada Februari.

    Bahkan proyeksi dari Pusat Data dan Informasi BP2MI menunjukkan bahwa total penempatan PMI asal Jatim sepanjang tahun 2025 diperkirakan mencapai 70.422 orang, meningkat dari realisasi tahun 2024 yang berjumlah 69.594 orang.

    Hal ini menjadikan Jatim sebagai daerah penyumbang tenaga kerja migran terbesar dan sekaligus menjadi tolok ukur praktik migrasi aman di tingkat provinsi.

    “Jumlah ini menunjukkan besarnya potensi tenaga kerja dari Jatim. Namun ini juga menjadi tantangan besar dalam hal perlindungan. Maka, edukasi dan literasi menjadi prioritas kami agar para calon PMI dan keluarganya memahami prosedur yang benar dan tidak mudah tergiur tawaran yang tidak resmi,” ucapnya.

    Menurutnya sejauh ini, Pemprov Jatim telah menjalankan berbagai program strategis bagi PMI. Mulai dari edukasi pra-penempatan, fasilitasi dokumen legal, penguatan balai pelatihan kerja, hingga pemberdayaan purna migran dengan pelatihan wirausaha dan kemudahan akses KUR dari perbankan.

    “Kita ingin agar hasil kerja keras para PMI itu tidak berhenti di remitansi. Lebih dari itu, kita ingin para PMI kita tumbuh menjadi pengusaha, menjadi motor ekonomi desa. Harus pulang sebagai juragan, jangan sampai menjadi korban,” tegasnya

    Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga mengapresiasi hadirnya program Desa Migran Emas yang dicanangkan Kementerian PPMI sebagai bentuk peningkatan dari program Desmigratif. Ia menyebut program ini sangat relevan dengan kebutuhan desa-desa kantong migran.

    “Desa harus menjadi garda terdepan dalam edukasi, perlindungan, dan pemberdayaan migran. Maka Desa Migran Emas ini kita sambut sebagai peluang besar membangun desa dari migrasi yang aman dan produktif,” katanya.

    Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, LPK, komunitas migran, hingga sektor swasta untuk terus membangun kolaborasi dalam pelindungan PMI.

    “Pekerjaan ini tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Ini harus dilakukan bersama. Oleh karena itu sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak sangat penting sehingga mewujudkan terciptanya migrasi aman,”

  • Gubernur Khofifah Diperiksa KPK, Guru Besar Unair: Jadi Saksi Belum Tentu Terlibat

    Gubernur Khofifah Diperiksa KPK, Guru Besar Unair: Jadi Saksi Belum Tentu Terlibat

    Deteksi9-SURABAYA -Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Airlangga Prof Dr Nur Basuki Minarno SH M Hum turut berkomentar terkait ramainya pemberitaan pemanggilan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa oleh KPK.

    Khofifah diketahui diperiksa KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) yang bersumber dari APBD Jawa Timur tahun anggaran 2019-2022.

    Prof Basuki menilai pemanggilan Gubernur Khofifah adalah sesuatu yang lumrah terutama karena kepala daerah adalah pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

    “Kepala daerah adalah pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah. Jadi kalau gubernur dimintai keterangan itu sangat wajar. Tapi yang perlu dicatat jikalau ada seseorang diperiksa sebagai saksi, belum tentu mereka terlibat,” tegas Prof Basuki pada media, Kamis (10/7/2025).

    Dikatakannya, KPK dalam melakukan penyidikan tentu perlu memperoleh keterangan dari banyak sumber. Mulai dari saksi, ahli, atau keterangan tersangka. Pemeriksaan saksi ini sangat penting karena saksi inilah pihak yang mengetahui, mendengar, atau mengalami sendiri peristiwa.

    “Dan keterangan saksi itupun tidak berdiri sendiri karena nantinya akan dicocokkan dan dilihat apakah memiliki kesesuaian, berelevansi dengan data yang lain,” ujarnya.

    Terlebih kasus ini konteksnya adalah dugaan korupsi dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) yang bersumber dari APBD Jawa Timur.

    “Kalau gubernur tidak diperiksa ya akan menjadi aneh karena produknya pengeluaran anggaran kan pergub. Tapi kembali lagi yang ditekankan, tidak selalu yang diperiksa sebagai saksi adalah pihak yang terlibat dalam permufakatan jahat,” imbuh Prof Basuki.

    Lebih lanjut ia pun menegaskan kasus ini adalah kasus dana hibah yang bersumber dari APBD Jawa Timur tahun anggaran 2021–2022. Yang mana kasusnya adalah terkait hibah pokok-pokok pikiran (pokir).

    Dana hibah ini dialokasikan untuk menindaklanjuti pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD yang didapat dari hasil reses atau rapat dengar pendapat DPRD yang menjadi bahan pertimbangan atau dasar dalam perencanaan pembangunan daerah.

    Pokir menjadi mekanisme penyaluran dana APBD untuk mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, berdasarkan usulan yang disampaikan oleh anggota DPRD. 

    “Prinsipnya dalam hukum pidana siapa yang melakukan kesalahan, maka dialah yang dimintai tanggung jawab pidana. Dalam pemberian hibah pasti melibatkan eksekutif dengan legislatif dalam perencanaan dan penganggaran sampai ditetapkannya APBD,” tegas Prof Basuki.

    Sebagaimana diketahui, dalam kasus ini KPK telah menetapkan 21 orang tersangka. Sebanyak 21 tersangka itu terdiri dari 4 penerima suap dan 17 pemberi suap.

    Para tersangka penerima suap itu terdiri dari 3 orang penyelenggara negara dan 1 orang staf penyelenggara negara. Sementara, dari 17 tersangka pemberi suap, 15 di antaranya adalah pihak swasta, sedangkan 2 orang lainnya adalah penyelenggara negara.

    “Jika kemudian dalam pelaksanaannya ada pihak yang melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian daerah, maka pihak tersebutlah yang harus bertanggung jawab,” urainya.

    Hal senada juga disampaikan Pakar Hukum Administrasi Universitas Airlangga (Unair) Emanuel Sujatmoko. Ia optimistis masyarakat maupun pihak yang berwenang tak mudah tergiring opini dengan pernyataan saling serang yang dilontarkan para saksi dalam kasus ini.

    “Karena APH dalam menentukan apakah itu peristiwa memuat unsur pidana atau tidak itu berdasarkan fakta-fakta hukum yang terdiri dari alat bukti dan barang bukti yang telah dikumpulkan oleh penyidik. Bukan atas penilaian ataupun asumsi dari seseorang atau saksi. Terlebih saksi yang mempunyai kepentingan-kepentingan tertentu dalam perkara tersebut,” urai Emanuel.

    Diketahui, KPK melakukan pemeriksaan pada Gubernur Khofifah sebagai saksi terkait kasus dugaan kasus dugaan korupsi dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) dari APBD Jawa Timur 2019-2022.

    “Kami optimis Gubernur Khofifah menjalani pemeriksaan swbagai bentuk tanggung jawab, dan saya juga percaya seluruh pejabat di Jatim menaati dan menjalankan prosedur hukum yang ada. Termasuk dalam menghadapi pemeriksaan hukum atas kasus yang saat ini sedang berlangsung,” pungkasnya.(il)

  • Saiful Ma’arif Resmi Dilantik Sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kota Surabaya

    Saiful Ma’arif Resmi Dilantik Sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kota Surabaya

    Deteksi9-Surabaya-Saiful Ma’arif dilantik menjadi Ketua DPD Partai NasDem Surabaya yang dilakukan serentak pengurus DPD dan DPC se-Kota Surabaya. Acara tersebut sebagai momentum penting konsolidasi kekuatan NasDem Surabaya, menyongsong agenda politik 2029 dan 2031.

    Di hadapan ratusan kader, serta jajaran pengurus yang dilantik, Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur, Lita Machfud Arifin (LMA), menyampaikan pidato politik yang inspiratif dan penuh makna serta menegaskan politik bukan sekadar alat kekuasaan, juga sarana untuk pengabdian nyata bagi rakyat.

    “Saya masuk ke dunia politik bukan karena ambisi, tapi karena keyakinan bahwa jika orang-orang baik menjauh dari politik, maka ruang itu akan diisi oleh mereka yang tidak punya niat baik. Politik harus jadi ladang amal, bukan jalan kepentingan pribadi,” ungkap Lita, anggota Komisi X DPR RI ini.

    Sementara itu, Ketua DPD Partai NasDem Surabaya yang baru, Saiful Ma’arif, menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanat partai dalam mewujudkan restorasi di Kota Surabaya.
    “Restorasi adalah perubahan yang nyata, bukan hanya wacana. Kami akan menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Apa yang diharapkan warga, itulah yang akan kami perjuangkan,” ujar Saiful.
    Ia menargetkan perluasan basis politik NasDem di Surabaya dari lima menjadi tujuh dapil pada periode mendatang.

    Saat ini kita pegang lima dapil, dan kita yakin bisa naik menjadi tujuh. Meskipun regulasi belum berubah, target kita adalah tujuh kursi. Kita akan bekerja habis-habisan untuk mencapainya,” tegasnya.
    Terkait putusan Mahkamah Konstitusi yang memisahkan pemilu nasional dan daerah, Saiful melihat ini sebagai peluang taktis untuk memperkuat peran NasDem secara lokal.
    “2029 kami targetkan minimal dua kursi dari dapil Surabaya-Sidoarjo untuk DPR RI. Kita akan kolaborasi erat dengan Sidoarjo. Tahun 2031 nanti, kita pastikan Surabaya bisa mendapatkan lima sampai tujuh kursi DPRD,” ujarnya optimis.
    Dengan semangat “Wes Wayae” (sudah saatnya), Saiful mengajak seluruh kader NasDem untuk bergerak bersama.
    “Wes wayae NasDem memimpin perubahan. Wes wayae Surabaya bangkit. Kolaborasi dan restorasi harus kita wujudkan,” tandasnya (il)

  • 1.225 Siswa Sekolah Rakyat Jatim Wajib Masuk Asrama 7 Juli 2025

    1.225 Siswa Sekolah Rakyat Jatim Wajib Masuk Asrama 7 Juli 2025

    Deteksi9-Surabaya- Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani menegaskan sebanyak 1.225 siswa Jawa Timur siap untuk memulai kegiatan belajar di 19 sekolah rakyat yang ada di Jawa Timur.

    Sebanyak 1.225 siswa tersebut adalah anak dari keluarga prasejahtera yang masuk dalam desil 1 dan desil 2 di Jawa Timur. Mereka siap untuk menjalani pembelajaran di sekolah rakyat yang akan dimulai di bulan Juli tahun ajaran 2025/2026.

    “Rencananya tanggal 14 Juli akan dilaunching nanti oleh Bapak Presiden tapi kita belum tahu ya titiknya dimana. Tapi untuk Jatim ada 19 sekolah rakyat yang siap memulai sekolahnya dengan jumlah siswa 1.225 orang,” tegas Novi saat diwawancara di Surabaya, Selasa (23/6/2025).

    Lebih lanjut ia menjelaskan, dari 19 sekolah rakyat tersebut telah siap 500 an guru, kepala sekolah dan tenaga pendidik yang akan mengajar para siswa di sekolah rakyat. Baik untuk jenjang SD, SMP dan juga SMA. Para guru tersebut diutamakan adalah ASN mauapun PPPK baik yang penuh waktu maupun paruh waktu.

    Sebanyak 19 sekolah rakyat yang akan dibuka di bulan Juli 2025 adalah tiga milik Pemprov Jatim yaitu di tiga rombel SMA di Malang, enam rombel SMP di Batu, dan tiga rombel SMA di Lamongan.

    Selain itu sekolah rakyat jenjang SMP dan SMA tersebar di Kota Surabaya, Kabupaten Kediri, Kab Mojokerto, Kota Malang, Kab Pasuruan, Kab Jombang, Kab Pacitan, Kota Probolinggo, Kab Banyuwangi, Kab Ponorogo, Kota Pasuruan, Kab Jember, Kab Gresik, Kab Pamekasan, Kab Bojonegoro, Kab Tuban.

    “Rencananya kegiatan belajar mengajar kan dimulai tanggal 14 Juli, tapi nanti sejak tanggal 7 Juli para siswa sudah masuk ke asrama di sekolah rakyatnya,” imbuh Novi.

    Seluruh siswa sekolah rakyat dipastikan Novi sudah melalui verifikasi dan dikeluarkan SK oleh gubernur, bupati dan walikota setempat. Sehingga semua resmi telah melalui proses dan dipastikan dari keluarga prasejahtera dan desil 1 maupun desil 2 dari DTSEN yang telah melalui ground check.

    “Kalau sekolah rakyat yang gedungnya pemprov ya yang SK kan siswanya oleh gubernur. Sedangkan yang di kab kota maka SK siswa yang menetapkan bupati wali kota,” tegas Novi.

    Lebih lanjut Novi juga menegaskan bahwa selain 19 sekolah rakyat yang akan dimulai Juli 2025/2026, juga ada sebanyak 23 lokasi BLK di Jatim yang sedang dilakukan asesmen untuk difungsikan sebagai sekolah rakyat tahap selanjutnya.

    “Karena arahan Bapak Presiden 100 sekolah rakyat diluncurkan tahap pertama yang peluncuran Juli bulan depan. Selain itu juga akan ditambah 100 sekolah rakyat lagi, nah untuk itu di Jatim kan ada 16 plus dengan yang punya kementerian jumlahnya 23. Maka itu sedang disurvei untuk dijadikan sekolah rakyat sementara,” ujarnya (il)

  • Ricuh Kelompok Massa Hadang Eksekusi Rumah di Dr Soetomo

    Ricuh Kelompok Massa Hadang Eksekusi Rumah di Dr Soetomo

    Deteksi9-Surabaya-Kelompok massa yang tergabung dalam Grib dan MAKI memadati jalan raya Dr Soetomo, tempat dimana PN Surabaya melakukan eksekusi satu rumah yakni rumah nomor 55. Ketua MAKI Jawa Timur Heru Satrio mengatakan, pihaknya terus melakukan perlawanan atas eksekusi yang dilakukan PN Surabaya. Dia menambahkan, MAKI dan Grib tergerak hati untuk melakukan perlawanan karena dalam perkara ini sudah ada prestasi hukum.

    ” Kita akan terus melawan dan akan kita buktikan bahwa ada mafia tanah dibalik ini,,” ujarnya, Kamis (19/6/2025).

    Untuk personil MAKI yang turun melakukan perlawanan, Heru menyebut ada 500 orang. Jumlah tersebut akan terus bertambah baik dari MAKI maupun GRIB.

    Meski demikian Pengadilan Negeri (PN) Surabaya tetap melakukan eksekusi atas objek sengketa rumah di jalan Dr Soetomo Surabaya. Eksekusi yang dijadwalkan Kamis (19/6/2025) ini merupakan eksekusi yang ketiga kalinya. Sebelumnya, eksekusi gagal dilakukan karena mendapat perlawanan dari pihak termohon eksekusi.

    Pembina GRIB Jatim, drg David Andreasmito sekaligus sebagai juru bicara termohon eksekusi mengatakan, pihaknya akan melakukan berbagai upaya agar eksekusi tidak dilakukan.

    Diketahui, eksekusi rumah di Jalan Dr Soetomo sudah berlangsung dua kali pada 13 dan 27 Februari 2025 kemarin. Walaupun eksekusi itu berdasarkan putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap usai adanya putusan di PN Surabaya, Namun, Handoko Wibisono sebagai pihak yang memenangkan gugatan belum bisa memiliki objek seutuhnya.

    Eksekusi tersebut, menurutnya sudah berdasarkan putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan pihaknya meminta agar seluruh masyarakat yang tidak mempunyai kepentingan agar menghormati putusan yang memiliki kekuatan hukum tetap tersebut.

    “Nantinya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami tim kuasa hukum sudah memohon perlindungan hukum. Kami mengirimkan surat yang di tujukan ke 42 instansi seperti ke Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), ada Komisi III DPR RI dan terutama pihak Kepolisian Republik Indonesia,” imbuhnya.

    Reno juga menegaskan eksekusi tersebut merupakan buah dari proses hukum yang sudah tuntas. Sehingga, ia meminta pihak pengadilan agar tidak kalah oleh pihak-pihak yang mencoba melawan dan tidak patuh pada konstitusi.

    “Jika putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap dan sudah akan dilaksanakan oleh Pengadilan saja mau dilawan dan apabila sampai gagal. Kedepan tentu akan menjadi preseden buruk. Eksekusi ini marwah pengadilan yang akan dipertaruhkan,” tegasnya. (il)

  • GRIB JAYA dan MAKI Jatim Tolak Rencana Eksekusi Rumah di Jalan Dokter Soetomo nomer 55 Surabaya

    GRIB JAYA dan MAKI Jatim Tolak Rencana Eksekusi Rumah di Jalan Dokter Soetomo nomer 55 Surabaya

    Deteksi9-Surabaya – Ribuan massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB JAYA) Jawa Timur, bersama Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur. Menyatakan sikap tegas, menolak rencana eksekusi rumah warga di Jalan Dokter Soetomo nomer 55, Kota Surabaya, oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

    Eksekusi Rumah di Jalan Dr Soetomo 55 Surabaya, GRIB Jaya dan MAKI Jatim Siaga lawan Mafia Tanah. Ini melawan ketidakadilan, terhadap Tri Putri dari Laksamana Soebroto Joedono, adalah WNI. Juga merupakan Pahlawan Nasional, yang telah mendapatkan perilaku yang ngawur dari keberadaan Mafia Tanah dan Mafia Peradilan.

    Kronologi bermula dari Dr Hamzah beralih ke istrinya Tina dan Rudy (Tina dan Rudy akhirnya menjadi tersangka dan dinyatakan sebagai DPO oleh Polda Jatim). Kemudian terakhir muncul klaim kepemilikan, dari Rudy kepada Saudara Handoko Wibisono. Tanpa ada pembayaran dan pengalihan hak berbasis persetujuan dari ibu Tri. Tanah dan rumah Ibu Tri sengaja diklaim, sepihak oleh Mafia Tanah dengan bantuan Mafia Peradilan.

    Menurut keterangan resmi, Ketua DPD GRIB JAYA Jawa Timur, Akhmad Miftachul Ulum (Cak Ulum), menuturkan, rumah tersebut telah ditempati sejak tahun 1963 dan dibeli secara sah dari TNI AL.

    “Pemilik rumah juga telah rutin membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) setiap tahun serta menyelesaikan kewajiban BPHTB,” jelasnya, Rabu (18/06/2025)

    Namun sangat disayangkan, hak atas rumah ini hendak dirampas berdasarkan SHGB yang masa berlakunya telah berakhir sejak tahun 1980, dan ironisnya, muncul dari pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan bahkan DPO (Daftar Pencarian Orang) dalam kasus pemalsuan surat.

    “Kami tidak akan tinggal diam ketika rakyat kecil dizalimi dengan dalih hukum yang disusupi mafia tanah. Ini bentuk perampasan hak dengan cara-cara kotor, dan kami siap turun ke lapangan,” tegas Cak Ulum.

    Koordinator MAKI Jawa Timur, Heru Maki, juga menambahkan, bahwa pihaknya telah mengantongi berbagai bukti adanya dugaan pemalsuan dokumen yang digunakan untuk mengeksekusi rumah tersebut.

    “MAKI Jatim, mendesak KPK dan Mahkamah Agung untuk turun tangan. Mengawasi proses hukum kasus ini, agar tidak menjadi preseden buruk. Dalam penegakan hukum tanah dan properti di Indonesia,” jelasnya.

    Ironisnya, adalah Handoko dinyatakan sah sebagai pemilik lahan tersebut oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

    Semua langkah para mafia tanah tersebut dijalankan tanpa sepengetahuan Ibu Tri sebagai:

    1. Pemilik lahan yang SAH dan sudah menempati lahan selama 62 Tahun

    2. Membayar pajak PBB sampai sekarang

    3. ⁠telah mengurus BPHTB atas lahan

    4. ⁠telah membayar resmi pelepasan lahan dari TNI AL.

    Fakta diatas terjadi dan menjadi gambaran bagaimana wajah peradilan saat ini.

    Pembina GRIB Jaya, drg. David Andreasmito menambahkan, Majelis Kehormatan Notaris (MKN) salah besar kalau tidak mengijinkan Notaris diperiksa Bareskrim. Karena, menghalang-halangi penyidikan.

    “Artinya, bisa kena pasal Perintangan, mengalang halangi penyidikan. Sedangkan, tugas MKN lebih kearah Kode etik , bukan penegakan hukum,” jelasnya.

    GRIB Jaya dan MAKI Jatim, merencanakan aksi damai di depan lokasi pada hari eksekusi. Sebagai bentuk solidaritas dan perlawanan terhadap kezaliman. Mereka juga menyerukan kepada masyarakat sipil, tokoh masyarakat, serta aktivis hukum untuk turut mengawal kasus ini hingga tuntas dan adil.

    “Lawan Mafia Tanah dan Lawan Mafia Peradilan. Bungkam Dan Usir Mafia Tanah, dan Mafia Peradilan dari tanah NKRI. Tegakkan suara kebenaran, yang menjadi suara langit. Allahu Akbar, Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Pasukan Jancok, siap bergerak atas nama kebenaran dan keadilan,” tegas Heru MAKI Jatim.

    “Kalau ikut jangan takut, kalau takut jangan ikut! Kita lawan mafia tanah dan pembusukan hukum dengan keberanian dan kebenaran,” pungkas Cak Ulum (il)